Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Januari 2012

Tips Jaga Berat Tubuh Tetap Ideal Pasca Diet


Mendapatkan berat dan bentuk tubuh ideal memang memerlukan usaha yang keras. Tapi lebih sulit lagi untuk mempertahankannya. Ada beberapa cara mudah untuk mempertahankan berat tubuh ideal. Namun kuncinya hanya satu, lakukan dengan disiplin dan teratur. Berikut ini tipsnya untuk Anda, seperti dikutip dari Woman’s Day.
  1. Olahraga Teratur
    Studi menunjukkan bahwa olahraga teratur lebih penting dan diperlukan dalam fase pemeliharaan dibandingkan ketika Anda masih menjalani program penurunan berat badan. Lakukan olahraga selama 30 hingga 60 menit hari. Pilihlah jenis olahraga yang Anda sukai, misalnya jogging, aerobik atau spinning.

  2. Monitor
    Tidak perlu menimbang berat badan setiap hari, cukup dua minggu sekali untuk membantu Anda mengontrol dan mempertahankan berat badan. Tujuannya untuk memonitor dan mengingatkan jika Anda sudah mulai berlebihan mengonsumsi makanan berlemak atau berkalori tinggi.

  3. Kontrol Diri
    Setiap kali Anda makan banyak karena sedang sedih, frustasi, stres, marah atau bosan, tuliskan dalam buku catatan ‘dosa’ yang sudah Anda perbuat itu. Jadikan catatan dalam notes tersebut sebagai pengingat apa yang sudah membuat Anda makan banyak dan menambah berat badan. Dengan begitu, Anda jadi lebih mudah mengontrol diri.

  4. Tambah Pengetahuan Seputar Diet
    Setiap tahunnya, penelitian dilakukan untuk mengetahui perkembangan dalam dunia diet dan fitnes. Perluas wawasan Anda dengan banyak membaca buku atau artikel di majalah dan internet. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan tips dan trik terbaru yang membantu Anda menjaga berat badan ideal.

  5. Ganti Menu Diet Sehat Secara Berkala
    Mengonsumsi makanan yang itu-itu saja akan membuat bosan dan kandungan nutrisi yang diterima tubuh pun tidak maksimal. Coba ganti tiga atau empat menu baru tiap dua minggunya. Bisa dengan mengganti bumbu, rempah, sayuran, daging atau jenis ikan yang berbeda. Jadikan setiap jadwal makan Anda bervariasi dan selalu menarik. Jadi, Anda tidak akan coba-coba untuk makan junk food, cake atau keripik kentang.

  6. Atur Pola Makan
    Buatlah jadwal kapan Anda harus makan pagi, siang, sore dan malam. Selalu patuhi jam-jam tersebut dan makanlah begitu tiba waktunya. Makan sesuai jadwal, bisa menghindari Anda dari makan terlalu banyak. Anda tidak dilarang untuk ngemil. Jam antara sarapan dan makan siang, atau siang menjelang sore bisa dimanfaatkan untuk konsumsi camilan.

Sumber: Wolipop.com

Selasa, 10 Januari 2012

Jari Anda Penis Anda


Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa panjang jari jemari Anda ada kaitannya dengan ukuran penis Anda.

Kami tantang Anda untuk tidak melihat tangan setelah membaca artikel ini: pria dengan jari telunjuk lebih pendek dari jari manis cenderung memiliki penis yang lebih besar dibandingkan dengan sebaliknya. Itulah hasil temuan dari penelitian yang termuat di Asian Journal of Andrology.

Bagaimana para peneliti memperoleh informasi ini? Sangat berhati-hati. Sementara para pria yang datang ke sebuah rumah sakit di Korea untuk melakukan bedah urologi dibius, para ilmuwan mengukur penis pasien tersebut.  Peneliti lain mengukur panjang jari manis dan jari telunjuk.

Menurut para peneliti, baik panjang penis dan jemari dikontrol oleh testosteron yang sudah muncul saat dalam kandungan. Paparan testosteron sejak awal yang tercermin di jari-jari Anda (dan tempat lain) mempengaruhi beberapa hal, jelas Denise Brooks McQuade, ilmuwan di Skidmore College. Anak laki-laki yang memiliki jari telunjuk lebih pendek dibandingkan jari manis, dkenal dengan rasio digit rendah – cenderung berisiko terkena kanker prostat, berbakat di bidang olahraga dan perdagangan bursa berjangka, dan memiliki jumlah sperma lebih tinggi.

Eh, jadi bagaimana jari jemari Anda?
(Sumber: Intisari)

Jangan Tertipu, Penis Tidak Bisa Diperbesar atau Perpanjang


Secara medis, tak ada alat atau obat yang bisa memperbesar alat kelamin pria. Dokter ahli seksologi pun sudah memperingatkan bahwa ukuran kelamin bukanlah jaminan untuk mendapatkan kepuasaan seks, sayangnya masih banyak pria yang termakan iklan ‘Mak Erot’.

Ini penjelasannya mengapa ukuran kelamin pria normal tidak bisa diperbesar?
Salah satu faktor yang paling mempengaruhi ukuran penis adalah faktor keturunan, seperti halnya warna mata atau warna kulit yang tidak dapat diubah. Selain itu jumlah hormon testosteron dalam tubuh juga turut mempengaruhi pertumbuhan.

“Setelah pria dewasa dan perkembangannya normal, maka tidak mungkin bisa memperbesar penis. Kecuali dari kecil hormonnya terhambat. Kalau dia mengalami gangguan hormon maka bisa dibantu, tapi itu pun yang besar hanya penis tapi testisnya nggak bias”, tegas Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, Guru Besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana seperti ditulis Kamis (15/12/2011).

Prof Wimpie juga menyayangkan banyaknya iklan-iklan di masyarakat yang mengklaim bisa memperbesar penis. Hal ini menurutnya bisa menyesatkan masyarakat. Prof Wimpie menghimbau agar para pria tidak mudah tertipu oleh iklan-iklan menyesatkan semacam itu, karena tidak ada cara yang bisa memperbesar penis.

Senada dengan itu, Dr. Andri Wanananda, MS, dalam konsultasi kesehatan detikHealth juga menyebutkan bahwa penis pria tidak bisa diperpanjang atau dibesar.

Menurutnya, jaringan otot, saraf dan pembuluh darah penis tidak seperti jaringan anggota badan yang bisa dilatih di tempat fitness centre agar lebih tampak ‘macho’. Karena itulah mengapa penis tidak bisa dibentuk panjang atau besar dari bentuk aslinya.

“Penis yang berukuran mungil tetap bisa melakukan hubungan seksual dengan baik, karena G-spot, zona paling erotik di atas dinding vagina, hanya berjarak 3-5 cm dari ‘pintu’ depan vagina. Yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman pada istri mengenai kondisi penis yang tidak mungkin dipanjangkan atau dibesarkan”, jelas Dr. Andri Wanananda, MS, seksolog dari Universitas Tarumanegara Jakarta.

Penis mungkin masih bisa dibesarkan pada laki-laki yang mengalami gangguan hormon, yang disebut dengan mikropenis. Namun itu pun sebaiknya dilakukan sebelum laki-laki mengalami pubertas. Gangguan ini bisa diatasi dengan pengobatan hormon yang paling efektif dilakukan sebelum anak berusia 12 tahun (sebelum pubertas).

Seperti halnya penis yang tidak bisa diperbesar, psikolog seksual Zoya Amirin menjelaskan bahwa penis juga tidak bisa diperkecil, termasuk dengan cara masturbasi.

“Penis itu size-nya sudah seperti itu, dibawa ke Mak Erot juga sebenarnya nggak akan bisa dibesarkan. Jadi gimana caranya dengan masturbasi bisa membuat penis mengecil? Secara klinis tidak bias”, jelas Zoya, yang juga anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI). (Sumber: Detik.com)